Jumat, 27 November 2015

Hukum Membeli dari Pedagang Kafir, Padahal Ada Pedagang Muslim

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🍒🍇 MEMBELI DARI PEDAGANG KAFIR, PADAHAL ADA PEDAGANG MUSLIM

🔎 Tanya :
“Apa hukumnya ketika kaum muslimin meninggalkan ta’awun antar sesama mereka, tidak ridha dan tidak suka membeli dari sesama muslimin. Sebaliknya lebih senang membeli dari toko-toko orang kafir. Apakah ini halal atau haram?”

Jawab :
🔅 “Hukum asalnya seorang muslim boleh membeli apa yang dia butuhkan dari apa yang Allah halalkan untuknya, baik membeli dari seorang muslim atau kafir.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli dari orang Yahudi. 

⚠️ Tapi kalau seorang muslim itu tidak mau membeli dari saudaranya sesama muslim tanpa ada sebab, baik penipuan, atau harga lebih tinggi, dan barang yang jelek, namun justru disebabkan karena :

Rabu, 25 November 2015

Jarak Antar Langit, dan Jarak 'Arsy Allah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
✅💎 MUTIARA ATSAR
=====================
🔖 Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu 'anhu menyatakan:
ما بين السماء الدنيا والتي تليها مسيرة خمسمائة عام ، وبين كل سماءين مسيرة خمسمائة عام ، وبين السماء السابعة وبين الكرسي خمسمائة عام ، وبين الكرسي إلى الماء خمسمائة عام ، والعرش على الماء ، والله تعالى فوق العرش ، وهو يعلم ما أنتم عليه
⏩ Antara langit dunia dengan (langit) berikutnya sejauh perjalanan 500 tahun
🔶 Antara 2 langit sejauh perjalanan 500 tahun
🌾 Antara langit ke-7 dengan al-Kursiy 500 tahun
🍁 Antara al-Kursiy dengan air 500 tahun
🍃 dan ‘Arsy di atas air
🌷 dan Allah Ta’ala di atas ‘Arsy dalam keadaan Dia Maha Mengetahui apa yang terjadi pada kalian
🎋 (diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dalam kitab ArRaddu ‘alal Jahmiyyah bab Maa Bainas Samaa-id Dunya wallatii taliiha juz 1 halaman 38 riwayat nomor 34).
🔺 Riwayat ini shahih, semua perawinya adalah rijaal dalam Shahih al-Bukhari.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📒 Dikutip dari Buku "Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)"
▶ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah

Dengan perubahan dari kami:
Radhyiallaahu anhu => Radhiyallaahu 'anhu

Khawatirlah Keadaanmu Berubah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🔥🔈❌✅ KHAWATIRLAH KEADAANMU BERUBAH

✒️📁 Al-'Allamah al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

✋🏻 Seorang mukmin itu senantiasa khawatir keadaannya akan berubah.

✅ Sungguh telah tsabit dari 'Aisyah dan Anas radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi was salam dahulu banyak mengucapkan:

يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

🌱 " Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu".

🌷 Maka aku berkata: Wahai Rasulullah, kami beriman kepada engkau dan kepada apa yang engkau bawa, maka apakah engkau mengkhawatirkan keadaan kami?

Selasa, 24 November 2015

Orang-orang yang Lalai dari Shalatnya

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
ORANG-ORANG YANG LALAI DARI SHALATNYA

 Salah satu tema penting yang dibahas dalam ayat ini adalah ancaman bagi orang-orang yang lalai dari shalatnya. Allâh subhânahu wa ta’âla menyatakan:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ۝
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Qs. Al-Ma’ûn: 4-5)

Para ‘‘ulamâ ahli tafsir telah menerangkan bahwa kelalaian yang dimaksud dalam ayat ini adalah sebagai berikut:

  1. Melalaikan shalat dengan MENINGGALKAN SEBAGIAN PELAKSANAAN SHALAT sebagaimana dilakukan oleh orang-orang munafik[1]. Tatkala mereka berada bersama kaum muslimîn mereka pun melaksanakan shalat. Namun ketika mereka sendirian mereka tidak melaksanakannya sama sekali. Inilah pendapat yang dipilih oleh ‘Abdullâh bin ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ dan yang lainnya.
  2. Melalaikan shalat dengan TIDAK MELAKSANAKANNYA PADA WAKTU yang TELAH DITENTUKAN SYARI’AT. Sehingga mereka MELAKSANAKAN shalat ketika WAKTU shalat TELAH BERLALU SECARA KESELURUHAN. Demikianlah dijelaskan oleh Masruq bin Abû Adh-Dhuha. Oleh karenanya Atha’ bin Dinar rahimahullâh mengatakan,”Segala puji bagi Allâh yang telah berfirman,’orang-orang yang lalai dari shalatnya’ dan tidak mengatakan,’orang-orang yang lalai dalam shalatnya’.” Lalai dari shalat adalah sesuatu yang tercela sebagaimana jenis yang kedua ini. Adapun lalai dalam shalat artinya lupa gerakan shalatnya, jumlah rakaatnya, atau yang lainnya dari rukun atau kewajiban shalat. Bahkan Nabi shalallâhu ‘alayhi wa sallam pernah lupa dalam shalatnya sehingga beliau sujud sahwi untuk menggantikan kekurangan tersebut. Padahal beliau adalah orang yang paling khusyuk dalam melaksanakan shalat.
  3. Melalaikan shalat dengan TIDAK MELAKSANAKANNYA di AWAL WAKTU. Namun ia sering, bahkan SELALU MENANGGUHKAN pelaksanaan shalatnya di AKHIR WAKTU.
  4. Melalaikan shalat dengan TIDAK MELAKSANAKAN RUKUN-RUKUN dan SYARAT-SYARAT shalat sesuai yang dituntunkan oleh Nabi shalallâhu ‘alayhi wa sallam.
  5. Melalaikan shalat dengan TIDAK MENGHADIRKAN KEKHUSYUKAN dalam shalat dan tidak menghayati bacaan shalatnya.

Senin, 23 November 2015

Menjawab Gambaran Buruk dan Negatif Terhadap Islam Oleh Orang-Orang Kafir

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🚉👉🏻⛔️ MENJAWAB GAMBARAN BURUK DAN NEGATIF TERHADAP ISLAM oleh orang-orang kafir, yaitu ISLAM mereka IDENTIKKAN DENGAN TERORISME DAN KEKEJAMAN

🌿 Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
..........................................

❓ Tanya : "Islam sekarang identik dengan terorisme dan kekejaman. Bukankah ini akibat dari perbuatan sebagian dari kaum muslimin sendiri, sehingga memberikan gambaran buruk terhadap Islam. Bagaimanakah cara mengatasi ini?"

⛵️ Jawab :
“Orang-orang kafir sejak dulu terus memerangi Islam dan memberinya sifat-sifat yang paling jelek, agar orang lari meninggalkan Islam.

{‏يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ‏}‏ ‏[‏التوبة‏:‏ 32‏.‏‏]

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka. Namun Allah tidak mau kecuali menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya." (at-Taubah : 32)