Tampilkan postingan dengan label Rudud/Bantahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudud/Bantahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Desember 2015

Bathilnya Perayaan Maulid Nabi

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
BATILNYA PERAYAAN MAULID NABI

✒️📂 Asy Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhahullah

🔊... Wahai sekalian kaum muslimin: Sesungguhnya perayaan maulid Nabi shallallahu 'alaihi was salam adalah batil dan diharamkan dari sejumlah sisi:

💥 Pertama: Perayaan ini merupakan bid'ah dalam agama dan setiap bid'ah adalah sesat. Dan mereka yang memandang pengadaan perayaan tersebut tidaklah mampu untuk mendatangkan dalil syar'i atas perbuatannya.

💥 Kedua: Perayaan tersebut menyerupai (tasyabuh) kaum nasrani dalam berbagai perayaan mereka akan kelahiran al-Masih alaihis salam. Padahal sungguh kita telah dilarang untuk menyerupai mereka.

Senin, 21 Desember 2015

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (1)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 1⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

🔥⛔️ Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam-.

▶️ Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah dengan
▪️ menaati beliau,
▪️ menjalankan perintah beliau,
▪️ menjauhi larangan beliau, dan
▪️ mencintai beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (2)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 2⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄️ Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.

🌙 Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Keterangan yang telah pasti dari Rasul - shallallahu 'alaihi wa sallam - adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid'ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.

👊 Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116)

☀️ Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid'ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid'ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (3)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 3⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄️ Mereka berkata:
Sesungguhnya dengan mengadakan perayaan Maulid Nabi itu, kita menghidupkan upaya mengingat/menyebut nama Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

🌾 Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Menghidupkan upaya untuk mengingat/menyebut (nama ) Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- haruslah sesuai dengan apa yang Allah syari'atkan, seperti
▪️ menyebut nama (mengingat nama beliau) dalam adzan, iqomah, khutbah-khutbah, dalam shalat-shalat, ketika tasyahhud, ketika bershalawat atas beliau, membaca sunnah (hadits-hadits) beliau, dan dengan mengikuti ajaran yang beliau diutus dengannya.

👉🔎 Amalan-amalan tersebut terus-menerus terulang siang dan malam, bukan hanya sekali dalam setahun.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (4)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 4⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄️ Mungkin mereka mengatakan:
Perayaan Maulid Nabi ini, pertama kali yang mengadakannya adalah seorang raja yang adil dan berilmu dalam rangka untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah!

🌙 Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
🔥 Amalan bid'ah tidak akan diterima dari siapapun yang mengamalkannya.
🔎👉 Niat yang baik tidak bisa menjadi dalih untuk membolehkan amalan yang jelek.
▪️Kondisi orang yang mengamalkannya itu berilmu dan adil bukanlah jaminan bahwa dia terjaga dari kesalahan.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (5)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 5⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄️ Mereka mengatakan,
Sesungguhnya Perayaan Maulid Nabi itu termasuk jenis 'bid'ah hasanah'. Karena dengan perayaan tersebut, kita bisa mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat berupa diutusnya Nabi yang mulia ini!

🌙 Syubhat ini dijawab :
👉 TIDAK ADA KEBAIKAN sedikitpun dalam amalan-amalan bid'ah. Nabi -shallallahu 'alihi wa sallam- telah bersabda:
"Barangsiapa membuat-buat amalan baru di dalam agama ini yang bukan bagian darinya, maka amalan tersebut tertolak."

Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi (6)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
Bantahan terhadap Mereka yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 6⃣ -- )

✏️ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄️ Mereka mengatakan:
Sesungguhnya perayaan Maulid Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- ini adalah salah satu cara untuk mengungkapkan/menampakkan rasa cinta kepada beliau. Dan menampakkan kecintaan kepada beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah sesuatu yang disyariatkan!

🌙 Jawabannya, kita katakan:
Tidaklah diragukan bahwasanya kecintaan kepada beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam- wajib atas setiap muslim, dengan kecintaan yang lebih besar daripada kecintaan kepada diri sendiri, anak, orang tua, dan manusia seluruhnya.

Minggu, 20 Desember 2015

Benarkah yang Merayakan Maulid Nabi Pertama Kali Adalah Al-Muzhaffar?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🚃🏫 BENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?!
Benarkah yang Merayakan Maulid Nabi Pertama Kali Adalah Al-Muzhaffar?
Benarkah yang Merayakan Maulid Nabi Pertama Kali Adalah Al-Muzhaffar?

~~~~~~~~~~~~~~

🌋 Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa'id al-Muzhaffar Penguasa Irbil,  wafat tahun 184 H!!

💭 Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab,

🚉 Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah.

🔥 Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan 'Maulid Nabi' adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 - 567 H.

Sabtu, 19 Desember 2015

Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi
Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Sejarah Peringatan Maulid Nabi

Bulan Rabi’ul Awwal dikenang oleh kaum muslimin sebagai bulan maulid Nabi, karena pada bulan itulah, tepatnya pada hari senin tanggal 12, junjungan kita nabi besar Muhammad dilahirkan, menurut pendapat jumhur ulama.
Mayoritas kaum muslimin pun beramai-ramai memperingatinya karena terdorong rasa mahabbah (kecintaan) kepada beliau , dengan suatu keyakinan bahwa ini adalah bagian dari hari raya Islam, bahkan terkategorikan sebagai amal ibadah mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Lalu sejak kapankah peringatan ini diadakan?

Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah:
 para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- 
mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172).
Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

Hukum Memperingati Maulid Nabi

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah . 
Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74)

Lalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari’atkan untuk memperingatinya?
Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi . Allah berfirman (artinya): “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur’an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An Nisaa’: 59)

Subhanallah!, ketika kita kembali kepada Al Qur’an ternyata tidak ada satu ayat pun yang memerintahkannya, demikian pula di dalam As Sunnah Rasulullah tidak pernah melakukannya atau memerintahkannya. Padahal kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada sesuatu pun dari agama ini yang belum disampaikan oleh Nabi Muhammad . 

Nabi bersabda:
مَا بَعَثَ اللهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلىَ خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرُهُمْ شَرَّ ماَ يَعْلَمُهُ لَهُمْ
Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikan yang diketahuinya, dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang diketahuinya.” (HR. Muslim)
Bagaimanakah dengan para sahabat Nabi , apakah mereka memperingati hari kelahiran seorang yang paling mereka cintai ini?

Peringatan Maulid dalam timbangan Islam

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Peringatan Maulid dalam Timbangan Islam
Peringatan Maulid dalam Timbangan Islam

sambungan dari Hukum Memperingati Maulid Nabi
Serba – Serbi
Para pembaca, ketahuilah bahwa semata-mata niat baik bukanlah timbangan segala-galanya. Lihatlah bagaimana sikap Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu terhadap sekelompok muslimin yang duduk di masjid dalam keadaan membaca takbir, tahlil, tasbih, dan berdzikir dengan cara yang belum pernah dikerjakan Rasulullah, beliau berkata:
“…celakalah kalian hai umat Nabi Muhammad! Alangkah cepatnya kehancuran menimpa kalian! Padahal para sahabat Nabi masih banyak yang hidup, pakaian beliau pun belum usang, dan bejana-bejana beliau pun belum hancur. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian merasa di atas suatu agama yang lebih benar daripada agama Muhammad atau kalian justru sebagai pembuka pintu-pintu kesesatan?” Mereka menjawab: “Wahai Abu Abdirrahman (yakni ‘kunyah’ dari Abdullah bin Mas’ud), tidaklah yang kami inginkan (niatkan) kecuali kebaikan semata? Beliau menjawab: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi 1/68-69).

Al Imam Asy Syafi’i berkata:
مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ
Barangsiapa yang menganggap baiknya suatu amalan (tanpa dalil), berarti ia telah membuat syari’at.” (Al Muhalla fi Jam’il Jawaami’ 2/395)

Demikian pula semata-mata mencintai Nabi tanpa meniti jalannya dan jalan orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya yakni para sahabat, adalah kecintaan yang palsu. Dengan tegas Allah berfirman (artinya): “Katakanlah (wahai Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku.” (Ali Imran: 31)

Senin, 14 Desember 2015

[Galeri] Apa Kata Ahlul Bayt tentang Syi'ah?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
APA KATA AHLUL BAYT TENTANG SYI'AH?
Apa kata 'Ali bin Abi Thalib tentang Syi'ah?
Apa kata 'Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu 'anhu- tentang Syi'ah?
Amirul mu'minin Khalifah 'Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu 'anhu- berdo'a:
"Ya Allah, aku telah bosan dengan mereka (Syi'ah) dan mereka pun telah bosan denganku. Maka dari itu, gantikanlah untukku orang-orang yang lebih baik dari mereka dan gantikan untuk mereka seorang yang lebih jelek dariku...."
(Nahjul Balaghah halaman 66-67)   

Apa kata Hasan bin 'Ali tentang Syi'ah?
Apa kata Hasan bin 'Ali -radhiyallahu 'anhu- tentang Syi'ah?

Sabtu, 12 Desember 2015

[Galeri] Apa Kata 'Ulama Empat Madzhab tentang Syi'ah?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
APA KATA 'ULAMA EMPAT MADZHAB TENTANG SYI'AH?

Apa Kata Imam Ahmad tentang Syi'ah
Apa Kata Imam Ahmad tentang Syi'ah

Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:
"Menurutku orang yang mencela Abu Bakr, 'Umar dan 'Aisyah bukanlah orang Islam."

Apa Kata Imam Syafi'i tentang Syi'ah
Apa Kata Imam Syafi'i tentang Syi'ah

 Al Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
"Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Sy'ah Rafidhah dalam hal persaksian palsu."

Mungkinkah Sunni dan Syi'ah Bersatu?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

🔵Tidak Mungkinkah Sunni disatukan dengan Syiah....??

Jawabannya...TIDAK MUNGKIN.

🔘Asy-Syaikh al-Allamah Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

“Pendekatan antara Rafidhah dan Ahlus Sunnah adalah hal yang tidak mungkin karena akidah yang berbeda. Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada sesuatu pun yang diibadahi bersama Allah Ta’ala, baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus, dan meyakini bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui perkara gaib.

✏️Termasuk akidah Ahlus Sunnah adalah mencintai para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, dan meyakini bahwa mereka makhluk yang paling baik setelah para nabi, dan yang paling baik di antara mereka adalah Abu Bakr ash-Shiddiq, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali. Adapun Rafidhah, menyelisihi semua itu.

Syi'ah di Indonesia

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

🔵SYIAH DI INDONESIA🔵


✏️Bermula dari kepulangan Khomeini ke Iran pada 1 Februari 1978 dari pengasingannya di Paris, Khomeini langsung menyerukan penggulingan Perdana Menteri Shapour Bachtiar, yang menjadi kepanjangan tangan Shah Iran. Khomeini seakan-akan menjadi antitesa dari rezim Shah Iran yang disokong oleh Amerika Serikat. Ia seolah menjadi tokoh anti-Amerika dan Barat.

✏️Karena itu, banyak kalangan muda di dunia Islam yang tertindas oleh rezim-rezim yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat dan Barat, menemukan bentuknya yang baru, dan sosok Khomeini sepertinya menjadi pahlawan mereka. Kemudian dengan penuh semangat mereka mengidentikkan diri mereka ke dalam revolusi “Islam” Iran ala Khomeini. Inilah awal masuknya pengaruh Iran ke dunia Islam.

1⃣Sejatinya, revolusi “Islam” Iran itu tidak lain hanyalah revolusi kaum Syiah yang ingin meluaskan pengaruhnya ke dunia Islam sehingga banyak muncul kekuatan politik baru yang bercorak ideologi Syiah.

Ada Apa dengan Syi'ah?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

▪️✏️▪️▪️▪️▪️1⃣▪️

🌵Ada Apa dengan Syi’ah?


✏️Al Imam Ahmad bin Yunus berkata:

“Sesungguhnya kami tidak mau memakan sembelihan seorang Syi’ah Rafidhah, karena kami menganggap mereka telah murtad (kafir)”
[Lihat As Sunnah karya Al Khallal, 1/499].

✏️Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan agama Islam dan agama Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi akidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.

✏️Agama Syi’ah (Rafidhah) sejak awal kemunculannya hingga hari ini, selalu membuat resah umat Islam. Bagaimana tidak? Pencetus pertamanya adalah Abdullah bin Saba’ Al Himyari, seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) yang menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. Di awal kemunculannya, ia tampakkan sikap ekstrim dalam memuliakan sahabat Ali bin Abi Thalib, dengan suatu slogan bahwa beliau lah yang berhak menjadi imam (khalifah) dan beliau adalah seorang yang  terjaga dari segala dosa (ma’shum). (Lihat Al Kamil Fit Tarikh karya Ibnul Atsir 3/154, Al Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir 7/176, dan Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 4/435).

Bagaimana Mungkin Kita Katakan Syi'ah Saudara Kita

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

💥 BAGAIMANA MUNGKIN KITA KATAKAN SYI'AH SAUDARA KITA

🔥 BANTAHAN TERHADAP DAI PENDEKATAN AGAMA

🔊 Berkata guru kami[1] Rabi' bin Hadi al Madkhaly hafizhahullah

💥 Rafidhah melakukan kejahatan terhadap para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam yang tidak pernah dilakukan oleh Yahudi dan Nasrani sekalipun.

⏯ Maka bagaimana mungkin kita akan menjadikan mereka sebagai teman?
⏯ Bagaimana mungkin kita akan mengatakan: Saudara-saudara kami, sedang mereka mengkafirkan shahabat, mengkafirkan isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa salam, dan mereka mengatakan bahwa al-Qur'an telah diubah[2]!

❌ Mereka mengubah-ubah al-Qur'an dengan sengaja kemudian mengatakan bahwa para shahabat yang telah merubah-rubahnya.

📚 [Lihat Takaruma Makanatish Shahabah fil Islam (43)] (Disarikan oleh Fadhilatusy Syaikh Usamah bin Sa'ud al-'Amri hafizhahullah)

(Alih bahasa : Syabab Forum Salafy-forumsalafy.net)

⏹Telegram Selamatkan Indonesia dari Syiah

https://telegram.me/SelamatkanIndonesiadariSyiah

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Beberapa perubahan dari kami karena menyesuaikan EYD:
[1] kamai => kami
[2] dirubah => diubah

Syi'ah Berlumuran Darah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

💣”Syiah Berlumuran Darah”🔫

✏️Hingga kini, Syiah masih dipahami oleh masyarakat awam sebagai “mazhab kelima” dalam Islam. Artinya, Syiah dianggap sekadar beda fikih dengan keumuman masyarakat muslim lainnya. Apalagi, Syiah acap menampilkan diri sebagai pembela ahlul bait, sebuah wajah yang terlihat “mulia”. Muncullah anggapan bahwa perbedaan Syiah dan Sunni (Ahlus Sunnah) adalah “sekadar” pembela dan bukan pembela Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

✏️Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika masih saja muncul pembelaan yang dilakukan sebagian masyarakat terhadap Syiah. Di kalangan elite Islam, malah gencar ajakan untuk menyatukan Sunni (baca: Islam) dengan Syiah. Jika orang-orang yang masih punya semangat terhadap Islam mau lebih dalam menyelami agama bentukan Yahudi ini, niscaya dia akan menentang keras Syiah. Membincangkan Syiah bukanlah semata soal kekhalifahan Ali. Bukan pula sesederhana bahwa Syiah melakukan kultus individu kepada Ali. Terlalu dangkal jika kita beranggapan seperti itu.

✏️Syiah demikian sarat dengan ajaran menyimpang. Agama ini mengafirkan hampir seluruh sahabat, menganggap istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai pelacur, menganggap imam-imam punya kedudukan tertinggi yang tidak dicapai nabi/rasul dan malaikat yang terdekat, menganggap imam-imam mereka sebagai pemilik dunia dan isinya, menganggap kenabian Muhammad salah alamat karena Jibril berkhianat dan tidak memberikannya kepada Ali radhiyallahu ‘anhu, serta sederet kesesatan lainnya. Itu semua baru dari satu sisi.



✏️Jika mau berkaca dari sisi sejarah, Syiahlah yang menjadi biang keladi pertumpahan darah di dalam Islam.

✏️Pembunuh Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah pemeluk agama Majusi yang merupakan akar agama Syiah.

✏️Pembantaian Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, adalah hasil provokasi tokoh Yahudi pendiri Syiah, Abdullah bin Saba’. Jatuhnya Daulah Abbasiah adalah hasil pengkhianatan perdana menterinya yang Syiah, dan sebagainya. Demikian juga sekarang ini, pembantaian muslimin di Yaman, Syria, bergolaknya suhu politik di Timur Tengah, pembantaian minoritas Ahwaz di Iran yang Sunni, juga tak lepas dari tangan Syiah yang berlumur darah.

✏️Tidak cukupkah sejarah menyuguhkan episode demi episode berdarah Syiah, untuk kemudian kita “melek” terhadap Syiah? Orang-orang bisa tertipu dengan “heroisme” Syiah (baca: Iran) dalam “melawan” hegemoni AS di panggung politik dunia, tapi kami, Ahlus Sunnah tidak. Orang-orang bisa kagum dengan pasukan Hizbullah (baca: Syiah) yang “melawan” tentara pendudukan Israel (baca: Yahudi -ed), tapi kami tidak. Semua berita politik itu tak lebih hasil goreng-menggoreng penguasa opini dunia, Yahudi. Bagaimana pun, Syiah satu rahim dengan Yahudi. Yahudi akan sangat senang ada tangan (yang dianggap) Islam yang selalu menjadi duri dalam daging dalam tubuh Islam.

✏️Walau Syiah terpecah menjadi beberapa sekte, namun mayoritasnya adalah sekte Imamiyah atau Rafidhah, yang sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok ini terusmenerus menebarkan berbagai macam kesesatannya—termasuk nikah mut’ah yang dijadikan daya tarik. Lebih-lebih kini didukung Iran, Irak, dan Syria yang kendali politiknya berada di tangan mereka—Syiah Rafidhah. Oleh karena itu, jangan teriak-teriak toleransi jika tidak tahu Syiah sama sekali, jangan teriak-teriak kebebasan beragama dan berkeyakinan jika kita tidak paham agama “made in Yahudi” ini, jangan sok teriak persatuan dan ukhuwah jika itu hanya demi simpati berbuah kursi. Toleransi ada tempatnya. Namun, faktanya, tidak ada tempat untuk toleransi dengan Syiah.

http://asysyariah.com/pengantar-redaksi-syiah-berlumuran-darah.html

🔳Telegram Selamatkan Indonesia dari Syiah

https://telegram.me/SelamatkanIndonesiadariSyiah

✏️Semoga menjadi pahala bagi yang ikut meyebarkan artikel ini.

Kamis, 29 Oktober 2015

MANUSIA PALING CELAKA ADALAH PEMBUNUHMU, WAHAI ALI

MANUSIA PALING CELAKA ADALAH PEMBUNUHMU, WAHAI ALI

Manusia Paling Celaka adalah Pembunuhmu, Wahai 'Ali - Copyright by tukpencarialhaq.com

Wafatnya khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu bukan akhir dari musibah yang menimpa umat. Rantai fitnah terus bersambung menimpa umat sebagai ujian dari Allah Azza wa Jalla, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kabarkan dalam sabdanya:

وَإِذَا وَقَعَ عَلَيْهِمُ السَّيْفُ لَمْ يُرْفَعْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Jika pedang telah dijatuhkan atas muslimin, pedang itu tidak akan diangkat hingga hari kiamat.”[1]

Berita ini terjadi seperti apa yang Rasul kabarkan. Ketika khalifah Ar-Rasyid, Amirul Mukminin ‘Utsman radhiallahu ‘anhu terbunuh, sejak saat itulah peperangan terus berlangsung di tengah kaum muslimin, dan akan berlanjut hingga hari kiamat. La haula wala quwwata illa billah…[2]

Setelah wafatnya ‘Ustman radhiallahu ‘anhu, menjadi besarlah dua firqah sesat yang saling bertolak belakang, Khawarij dan Rafidhah. Rafidhah melampaui batas dalam mengagungkan Ali radhiallahu ‘anhu dan ahlul bait hingga mengatakan bahwa Ali adalah pencipta dan sesembahan. Sementara Khawarij, mereka mengkafirkan sang khalifah, hingga darah beliau pun mereka halalkan.

Khawarij yang dulunya bermula dari pemikiran sebagaimana tampak dalam kisah Dzul Khuwaishirah[3], kini muncul sebagai sebuah firqah sesat yang memiliki akar dan kekuatan.

Senin, 12 Oktober 2015

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 6)

📢🔥📁🌅 MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 6)

✒📂 Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

⏩ 6. Tentang kecintaan dan kebencian

Kaum Yahudi berlebihan dalam hal mencintai sebagian nabi mereka dan membenci sebagian yang lainnya. Demikian pula sikap mereka terhadap para ulama yang membimbing mereka. Kaum Syiah tak jauh berbeda. Mereka berlebihan mencintai para imam mereka, bahkan memosisikan mereka di atas para malaikat dan para nabi. Di sisi lain, mereka membenci para sahabat , bahkan mengafirkan mereka. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/443—513)