Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2017

Prinsip Ahlussunnah Tentang Taat terhadap Pemerintah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Taat kepada pemimpin negara dan lainnya dari unsur kepemerintahan adalah wajib, asal tidak dalam bermaksiat kepada Allah تعالى. Hal ini berdasarkan firman Allah تعالى;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, dan taatlah kalian kepada Rasul, dan juga kepada ulil amri dari kalian.” (An-Nisa’: 59)

Minggu, 06 Agustus 2017

Wajib Taat Walau Dia Jahat

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Wajib Taat Walau Dia Jahat
Kewajiban Taat kepada Pemerintah
Para pembaca -arsyadakumullah-. termasuk kewajiban seorang muslim sebagai rakyat adalah menaati pemerintahnya yang muslim. Inilah salah satu pokok keyakinan ahlus sunnah wal jama'ah. Adapun yang menyelisihinya adalah kaum khawarij (di antaranya kelompok-kelompok teroris semisal ISIS, al-Qaeda yang lainnya)

Baca http://islambangka.blogspot.com/2017/08/perintah-taat-kepada-allah-rasul-dan.html 

Minggu, 20 Desember 2015

Kitab Rudud Bagian dari Ilmu

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🍋🚇 KUTUB RUDUD BAGIAN DARI ILMU
Kitab Rudud Bagian dari Ilmu
Kitab Rudud Bagian dari Ilmu


🌳 al-'Allamah asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
....................................

🍇 "Belajarlah kalian, seriuslah dalam menuntut ilmu, bersegeralah dengan penuh keseriusan dalam mencari ilmu.

📖🔐 Di antara yang bisa membantu kalian untuk memahami ilmu yang benar adalah kitab-kitab rudud (kitab-kitab bantahan terhadap kebatilan dan para pengusung,  pen). Karena itu juga merupakan BAGIAN yang SANGAT PENTING dalam menuntut ilmu!!

⚠️💬 Orang yang tidak mengenal kitab-kitab rudud, meskipun ia telah menghafal ilmu yang sangat banyak, maka dia berada di atas sikap yang sangat labil. Sungguh kami sering melihat, orang-orang yang telah memiliki ilmu namun kemudian ternyata ia terjatuh dalam kesesatan.
↪️ Maka janganlah kalian melupakan kisahnya ‘Abdurrazzaq (ash-Shan’ani), jangan lupa kisahnya al-Baihaqi, jangan pula lupa kisah Abu Dzarr al-Harawi. Mereka adalah di antara ‘ulama-‘ulama besar. Namun satu syubhat saja, berhasil mengantarkan kepada pangkuan ahlul bid’ah, wal’iyyadzubillah.

Inilah Manhaj Salafy

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🎯🔖 INILAH MANHAJ SALAFY

🔅Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah mengatakan :

🔑  “Apabila kita mengatakan kepada umat manusia,
📢 ‘Bersemangatlah untuk berpegang dengan Manhaj Salafy’,
👉 maka tidak lain maknanya adalah kita memerintahkan mereka untuk berpegang teguh dengan
▪️Kitabullah, dan
▫️Sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa Sallam, serta
▪️ jalan yang Rasulullah dan para shahabatnya berada di atasnya.

☀️ Inilah dia Manhaj Salafy : Berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta jalan yang Rasulullah dan para shahabatnya yang mulia berada di atasnya.

➡️ Manhaj Salafy memiliki keistimewaan, bahwa itulah al-Haq, itulah Hidayah.
➡️ Orang-orangnya juga memiliki keistimewaan bahwa mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Haq dan Hidayah yang dulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan para shahabatnya berada di atasnya.”

🎒 (al-Lubab min Majmu’ Nasha’ih wa Taujihaat asy-Syaikh Rabi’ li asy-Syabaab : 174)

•••••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selasa, 15 Desember 2015

Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh (bagian 3)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
MENGENAL HAKIKAT JAMA'AH TABLIGH*
Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh

Akidah Jamaah Tabligh dan Para Tokohnya
Jamaah Tabligh dan para tokohnya adalah orang-orang yang memiliki banyak kerancuan dalam hal akidah[4].
Demikian pula kitab referensi utama mereka, Tablighi Nishab atau Fadhail A’mal karya Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, adalah kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurafat.
Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah akidah adalah[5]:
  1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyatu dengan alam ini). (kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab “Fadhail Shadaqat”, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore)
  2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang saleh dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu gaib. (Fadhail A’mal, bab “Fadhail Zikir”, hlm. 468—469, dan hlm. 540—541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)
  3. Tawasul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah beliau wafat) dan kepada selain beliau, serta berlebihan dalam hal ini. (FadhailA’mal, bab “Shalat”, hlm. 345, dan bab “Fadhail Zikir”, hlm. 481—482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)

Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh (bagian 2)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
MENGENAL HAKIKAT JAMA'AH TABLIGH*
Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh

Asas dan Landasan Jamaah Tabligh
Jamaah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat teguh mereka pegang, bahkan cenderung berlebihan. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagai berikut.
Sifat Pertama: Merealisasikan Kalimat Thayibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Kritik: Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang Dzat Allah, bahwa Dialah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, Maha Mendatangkan mudarat dan manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan”. Kebanyakan pembicaraan mereka tentang tauhid hanya berkisar pada tauhid rububiyah ini. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu an Tushahhah, hlm. 4)

Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh (bagian 1)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
MENGENAL HAKIKAT JAMA'AH TABLIGH*
Mengenal Hakikat Jama'ah Tabligh

Kelompok tabligh atau yang lebih dikenal sebagai Jamaah Tabligh mungkin sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Lahiriahnya, kelompok ini getol mendakwahkan keutamaan amalan-amalan tertentu dan mengajak kaum muslimin untuk senantiasa memakmurkan masjid. Namun, di balik itu mereka memiliki banyak penyimpangan yang membahayakan akidah.
Jamaah Tabligh tentu bukan nama yang asing lagi bagi masyarakat kita. Lebih-lebih bagi mereka yang menggeluti dunia dakwah. Dengan menghindari ilmu-ilmu fikih dan akidah yang sering dituding sebagai ‘biang pemecah belah umat’, membuat dakwah mereka sangat populer dan mudah diterima masyarakat berbagai lapisan.
Bahkan, saking populernya, apabila ada seseorang yang berpenampilan mirip mereka atau kebetulan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka, biasanya akan ditanya, “Mas, Jamaah Tabligh, ya?” atau “Mas, karkun, ya?”

Rabu, 11 November 2015

DOAKAN PENGUASA SECARA KHUSUS (“Nasionalisme” yang Sebenarnya)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
DOAKAN PENGUASA SECARA KHUSUS (“Nasionalisme” yang Sebenarnya)


Maka, Subhanalloh…

Kalau berbicara tentang faham ‘nasionalisme’, pada prakteknya ahlussunnah salafy itu yang paling baik. Secara praktek, bukan secara pemahaman. Na’am.
Beberapa kali saya berbincang-bincang, sekadar bincang-bincang saja, na’am, dengan apa namanya…aparat keamanan, dengan temen-temen begini yang baru ngaji, dokter, dan semisal, na’am.

Sekarang nasionalisme itu sebenarnya apa? Apakah orang yang mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan bersama lagu Indonesia raya, lalu hormat kepada bendera merah putih? Itu yang disebut nasionalisme? Hanya sebatas itu?