Tampilkan postingan dengan label 'Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Agustus 2017

Apakah Bom Bunuh Diri Termasuk Mati Syahid?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Dari Tsabit bin Dhahhak radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, dia disiksa dengan (alat tersebut) pada hari kiamat.”  [HR. Bukhari & Muslim]

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Intihar (bom bunuh diri)  adalah bunuh diri secara sengaja dengan sebab apa pun. Hal ini diharamkan dan termasuk dosa yang paling besar.” (Fatawa Islamiyyah, 4/519)



Bom Bunuh Diri
Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا، وَمَنْشَرِبَ سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا، وَمَنْ تَرْدَى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَنَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خاَلِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

“Barang siapa bunuh diri dengan besi di tangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahannam, kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahanlahan di dalam neraka jahannam kekal dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh ke dalam neraka jahannam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya.” [HR. Al-Bukhari no. 5778 & Muslim 158]

Senin, 07 Agustus 2017

Prinsip Ahlussunnah Tentang Taat terhadap Pemerintah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Taat kepada pemimpin negara dan lainnya dari unsur kepemerintahan adalah wajib, asal tidak dalam bermaksiat kepada Allah تعالى. Hal ini berdasarkan firman Allah تعالى;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, dan taatlah kalian kepada Rasul, dan juga kepada ulil amri dari kalian.” (An-Nisa’: 59)

Minggu, 06 Agustus 2017

Wajib Taat Walau Dia Jahat

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

Wajib Taat Walau Dia Jahat
Kewajiban Taat kepada Pemerintah
Para pembaca -arsyadakumullah-. termasuk kewajiban seorang muslim sebagai rakyat adalah menaati pemerintahnya yang muslim. Inilah salah satu pokok keyakinan ahlus sunnah wal jama'ah. Adapun yang menyelisihinya adalah kaum khawarij (di antaranya kelompok-kelompok teroris semisal ISIS, al-Qaeda yang lainnya)

Baca http://islambangka.blogspot.com/2017/08/perintah-taat-kepada-allah-rasul-dan.html 

Rabu, 13 Januari 2016

Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi (4)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
bagian 4


▪️Para pengingkar Keberadaan Ya'juj dan Ma'juj

Sebagian para penulis masa ini mengingkari keberadaan Ya'juj dan Ma'juj serta dinding yang membentengi mereka. Sebagiannya lagi mengatakan, bahwa Ya'juj dan Ma'juj hanya simbol belaka. Mereka itu hakikatnya adalah negara negara maju dalam teknologi.

Tidak diragukan, bahwa ini adalah tindakan mendustakan berita Al Qur'an dan mendustakan berita yang shohih dari Rasululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, atau mentakwil takwil dalil tidak pada tempatnya. Tidak diragukan bahwa barang siapa yang mendustakan Al Qur'an atau keterangan/berita yang shohih dari Rasululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam maka dia adalah kafir. Demikian juga barang siapa yang mentakwil takwil dalil tidak pada tempatnya maka dia adalah orang yang sesat dan sangat dikhawatirkan terjatuh kepada kekufuran.

Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi (3)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
bagian 3

▪️Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj Merupakan Salah Satu Tanda Kiamat.

Allah ta'ala berfirman, Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari Kiamat), maka tiba tiba terbelaklah mata orang orang kafir. (Mereka berkata): Aduhai, celakah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang orang yang zholim. (al Anbiya : 96-97).

Ayat di atas menunjukkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari tembok yang membentengi dan menghalangi mereka dengan idzin Allah ta'ala kelak ketika menjelang Hari Kiamat. Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam juga bersabda, Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya. Kemudian beliau berkata menyebutkan, Asap, Dajjal, hewan melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya 'Isa bin Maryam 'Alaihissalam, Ya'juj dan Ma'juj, terjadi tiga gempa: gempa di timur, gempa dibarat dan gempa di jazirah Arab, dan yang paling terakhir adalah api keluar dari negeri yaman menggiring manusia ketempat berkumpulnya. (HR.Muslim 2901).

▪️Kisah Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.

Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum perusak Terbesar di Muka Bumi (2)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum perusak Terbesar di Muka Bumi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
bagian 2

Dalil Dalil Tentang Ya'juj dan Ma'juj

Allah ta'ala berfirman mengisahkan tentang seorang raja besar, Dzulqornain yang membuat tembok pembatas Ya'juj dan Ma'juj dengan Izin Allah ta'ala yang membentengi mereka sehingga tidak bisa keluar berbuat kerusakan dimuka bumi, sampai waktu yang Allah kehendaki kelak : Kemudian dia (Dzulqornain) menempuh suatu jalan (yang lain lagi) Hingga tatkala dia telah sampai diantara dua buah gunung, dia mendapati dihadapan kedua gunung, dia itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi (1)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Keluarnya YA'JUJ dan MA'JUJ Kaum Perusak Terbesar di Muka Bumi
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
bagian 1
Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj
Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj

Siapakah Ya'juj dan Ma'juj❓

Ya'juj dan Ma'juj adalah bangsa manusia dari keturunan Adam dan Hawa yang hidup dimuka bumi ini. Jumlah mereka sangat banyak dan mereka adalah kaum perusak di muka bumi dengan kerusakan yang sangat besar. Allah Ta'ala keluarkan mereka diakhir zaman kelak.

Dalil bahwa Ya'juj Ma'juj adalah keturunan Adam dan Hawa, hadits dari Shahabat Abu Sa'id Al Khudri Rodhiyallohu'anhu dari Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda, Allah ta'ala berfirman, Wahai Adam ❗️Adam pun menjawab, aku sambut panggilan Mu ya Allah dan aku siap sepenuhnya menerima perintah Mu. Kemudian Allah ta'ala berfirman, keluarkanlah para penghuni Neraka dalam riwayat lain Keluarkanlah Para penghuni Jahannam dari anak keturunanmu. Adam bertanya, siapakah para utusan ke Neraka❓Allah ta'ala berfirman, Setiap seribu Orang ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan (999). Maka ketika itu anak anak kecil mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandungannya dan Kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidak mabuk, namun adzab Allah itu pedih.

Senin, 04 Januari 2016

Mewujudukan Persatuan Umat

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
 MEWUJUDKAN PERSATUAN UMAT
🔘 Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,
🕋 "Kaum muslimin tidak akan bisa bersatu kecuali di atas aqidah yang shahih (benar). Aqidah-lah yang telah menyatukan para shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah sebelumnya mereka terpecah belah. Sebagaimana firman Allah, 
"Ingatlah kalian terhadap nikmat Allah atas kalian, ketika sebelumnya kalian adalah saling bermusuhan, maka Allah satukan antara hati – hati kalian." (Ali 'Imran : 103) ….
 TIDAK ADA YANG BISA MENYATUKAN UMAT INI KECUALI AQIDAH YANG SHAHIH. Adapun apabila kondisi umat masih berselisih, berbeda-beda dalam aqidah dan keyakinan maka tidak akan bisa bersatu selamanya!!
… apabila mereka (yaitu orang yang menyatakan diri sebagai da'i, ingin memperbaiki umat, pen) memang menginginkan persatuan kaum muslimin, maka hendaknya PERTAMA KALI YAN MEREKA LAKUKAN ADALAH MEMBENAHI/MELURUSKAN AQIDAH. Urusan aqidah inilah, yang dulu para rasul – sejak rasul pertama hingga rasul terakhir – semuanya sangat mementingkannya, dan memulai dakwah dengannya. MAKA PERTAMA KALI, WAJIB ATAS MEREKA UNTUK MENYATUKAN AQIDAH UMAT TERLEBIH DAHULU. Apabila aqidah telah disatukan, maka umat akan bersatu. Ini kalau mereka serius dan jujur dalam dakwah mereka (yakni mereka mengaku ingin melakukan perbaikan umat, pen). Namun kenyataannya mereka justru mengejek para da'i yang menjelaskan tentang aqidah, berdakwah kepada aqidah yang benar, dengan mengatakan, "dai ini mengkafirkan umat, ini ingin memecah belah kaum muslimin, … ."
ℹ Kita katakan kepada mereka, "Kalian tidak akan bisa menyatukan umat tanpa aqidah yang benar. Kalau aqidah ini sudah satu, niscaya umat pun akan bisa disatukan dengan sangat mudah.
Allah Ta'ala berfirman, "Dia – lah (Allah) yang telah menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan kaum muslimin. Dan Allah-lah yang menyatukan hati-hati kalian. Kalau kamu menginfakkah seluruh yang ada di bumi semuanya (untuk menyatukan mereka) niscaya kamu tidak akan bisa menyatukan hati mereka. Tapi Allah-lah yang menyatukan antar mereka. sesungguhnya Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." (al-Anfal : 62-63) …
Umat tidak akan bersatu kecuali di atas prinsip ibadah kepada Rabb yang satu (yakni Tauhid), yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. …
🌅🌄 Inilah cara untuk menyatukan kaum muslimin. Kalau mereka jujur, maka hendaknya mereka memperbaiki aqidah kaum muslimin, membersihkan darinya berbagai penyimpangan dan dari berbagai yang disusupkan padanya. Supaya aqidah tersebut kondisi menjadi murni sebagaimana aqidah yang dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, supaya kaum muslimin bisa bersatu di atasnya."

🌴🍒 [ Muqaddimah Syarh terhadap kitab Syarhus Sunnah al-Barbahari ]
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Minggu, 20 Desember 2015

Dua Kalimat Syahadat - Makna, Konsekuensi dan Syarat-syaratnya

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
🕌🕋 WAJIB MENGENAL MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT
Dua Kalimat Syahadat - Makna dan Konsekuensinya
Dua Kalimat Syahadat - Makna dan Konsekuensinya
~~~~~~~~~~~~

🍒 al-Imam al-Mujahid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah ta'ala mengatakan,

"Tidaklah maksud dari kalimat "Laa ilaaha illallah" hanya semata-mata mengucapkannya. Namun harus :
📌 Mengenal maknanya,
📌 Mengamalkan konsekuensinya, dan
📌 harus terpenuhi syarat-syaratnya.

🎗 SYARAT-SYARAT "LAA ILAAHA ILLALLAH" ada tujuh :

  1. Ilmu (tentang maknanya), yang menghilangkan kebodohan.
  2. Yakin, yang menghilangkan keraguan.
  3. Qabul (menerima), yang menghilangkan penolakan.
  4. Inqiyad (ketundukan), yang menghilangkan sikap meninggalkan.
  5. Ikhlash (murni), yang menghilangkan syirik (penyekutuan).
  6. Shidq (Jujur), yang menghilangkan kedustaan.
  7. Muhabbah (Cinta), yang menghilangkan lawannya.


Sabtu, 19 Desember 2015

Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi
Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Sejarah Peringatan Maulid Nabi

Bulan Rabi’ul Awwal dikenang oleh kaum muslimin sebagai bulan maulid Nabi, karena pada bulan itulah, tepatnya pada hari senin tanggal 12, junjungan kita nabi besar Muhammad dilahirkan, menurut pendapat jumhur ulama.
Mayoritas kaum muslimin pun beramai-ramai memperingatinya karena terdorong rasa mahabbah (kecintaan) kepada beliau , dengan suatu keyakinan bahwa ini adalah bagian dari hari raya Islam, bahkan terkategorikan sebagai amal ibadah mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Lalu sejak kapankah peringatan ini diadakan?

Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah:
 para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- 
mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172).
Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

Hukum Memperingati Maulid Nabi

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah . 
Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74)

Lalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari’atkan untuk memperingatinya?
Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi . Allah berfirman (artinya): “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur’an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An Nisaa’: 59)

Subhanallah!, ketika kita kembali kepada Al Qur’an ternyata tidak ada satu ayat pun yang memerintahkannya, demikian pula di dalam As Sunnah Rasulullah tidak pernah melakukannya atau memerintahkannya. Padahal kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada sesuatu pun dari agama ini yang belum disampaikan oleh Nabi Muhammad . 

Nabi bersabda:
مَا بَعَثَ اللهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلىَ خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرُهُمْ شَرَّ ماَ يَعْلَمُهُ لَهُمْ
Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikan yang diketahuinya, dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang diketahuinya.” (HR. Muslim)
Bagaimanakah dengan para sahabat Nabi , apakah mereka memperingati hari kelahiran seorang yang paling mereka cintai ini?

Peringatan Maulid dalam timbangan Islam

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Peringatan Maulid dalam Timbangan Islam
Peringatan Maulid dalam Timbangan Islam

sambungan dari Hukum Memperingati Maulid Nabi
Serba – Serbi
Para pembaca, ketahuilah bahwa semata-mata niat baik bukanlah timbangan segala-galanya. Lihatlah bagaimana sikap Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu terhadap sekelompok muslimin yang duduk di masjid dalam keadaan membaca takbir, tahlil, tasbih, dan berdzikir dengan cara yang belum pernah dikerjakan Rasulullah, beliau berkata:
“…celakalah kalian hai umat Nabi Muhammad! Alangkah cepatnya kehancuran menimpa kalian! Padahal para sahabat Nabi masih banyak yang hidup, pakaian beliau pun belum usang, dan bejana-bejana beliau pun belum hancur. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian merasa di atas suatu agama yang lebih benar daripada agama Muhammad atau kalian justru sebagai pembuka pintu-pintu kesesatan?” Mereka menjawab: “Wahai Abu Abdirrahman (yakni ‘kunyah’ dari Abdullah bin Mas’ud), tidaklah yang kami inginkan (niatkan) kecuali kebaikan semata? Beliau menjawab: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi 1/68-69).

Al Imam Asy Syafi’i berkata:
مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ
Barangsiapa yang menganggap baiknya suatu amalan (tanpa dalil), berarti ia telah membuat syari’at.” (Al Muhalla fi Jam’il Jawaami’ 2/395)

Demikian pula semata-mata mencintai Nabi tanpa meniti jalannya dan jalan orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya yakni para sahabat, adalah kecintaan yang palsu. Dengan tegas Allah berfirman (artinya): “Katakanlah (wahai Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku.” (Ali Imran: 31)

Kamis, 17 Desember 2015

Bolehkah Mendatangkan Arwah?

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
✋🏻🔥☁️📢 BOLEHKAH MENDATANGKAN ARWAH?

✒️📁 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

📬 Pertanyaan: Apakah hukum mendatangkan arwah dan apakah hal itu termasuk jenis sihir?

🔓 Jawaban: Tidak diragukan lagi bahwa mendatangkan arwah termasuk salah satu jenis sihir atau termasuk perdukunan. Arwah yang didatangkan tersebut hakekatnya bukan arwah orang-orang yang telah meninggal seperti yang mereka katakan, tetapi syetan-syetan yang menjelma seperti orang-orang yang sudah meninggal itu dan mereka mengatakan: “Aku adalah ruh si fulan atau aku adalah si fulan.” Padahal hakekatnya syetan. Maka perbuatan semacam ini tidak boleh.

👎🏻 Arwah orang-orang yang sudah meninggal tidak mungkin dihadirkan, karena sudah berada di genggaman Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:

Jumat, 04 Desember 2015

Di Manakah Allâh? (bagian 1)

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ

DI MANAKAH ALLÂH?
Di manakah Allah

Banyak faedah yang dapat kita ambil jika kita mau memahami dengan saksama detail berbagai kisah di dalam Al Qur’an. Kisah-kisah yang Allâh subhânahu wa ta’âla cantumkan di dalamnya tentunya bukanlah kisah yang kosong makna dan tidak berfaedah. Kisah-kisah dalam Al Qur’an sangatlah kaya ibrah dan pelajaran berharga. Tentunya, hal ini hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang telah terbuka mata hatinya untuk mau mendalami dan mentadaburi Al Qur’an seayat demi seayat.


Di antara keyakinan yang menyebar luas di kalangan kaum mukminin adalah prasangka mereka bahwa Allâh ada di mana-mana. Tentunya kita sepakat bahwa ucapan atau pendapat dianggap benar jika dibangun di atas dalil Al Qur’an ataupun hadits Nabi Muhammad shalallâhu ‘alayhi wa sallam. Siapa pun yang mengucapkannya, jika sesuai dengan apa yang Allâh dan Rasûlullâh sampaikan, maka kita terima. Dan siapa pun yang mengucapkan suatu ucapan yang bertentangan dengan Al Quran ataupun ucapan Rasûlullâh shalallâhu ‘alayhi wa sallam, maka itu harus kita tolak dan harus kita yakini kesalahannya. Walaupun mungkin yang menyatakan ialah orang yang kita kagumi, yang kita muliakan dan yang kita jadikan sebagai panutan.


Nah, berkaitan dengan keyakinan bahwa Allâh ada di mana-mana, sebenarnya terdapat banyak dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menjelaskan salahnya pernyataan itu.

Satu kisah menarik akan kita bawakan. Dari kisah itu, kita akan tahu benar tidaknya pendapat yang menyatakan bahwa Allâh subhânahu wa ta’âla ada di mana-mana. Kisah ini ialah salah satu episode dari kisah perjalan dakwah Nabiyullâh Musa dan Harun ‘alayhimassalâm. Sepenggal kisah bersama musuh dakwah keduanya yang tak lain dan tak bukan, si durjana Fir’aun.

Allâh subhânahu wa ta’âla berfirman mengutip ucapan Fir’aun yang artinya,”Wahai Haman, buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi agar aku bisa sampai pada pintu-pintu itu. Yakni pintu-pintu laangit agar aku dapat melihat sesembahan Musa. Sungguh aku yakin bahwa Musa termasuk seorang pendusta.” (Qs. Al-Ghafir: 36-37)

Dalam ayat lain,”Dan berkatalah Fir’aun,’Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui adanya tuhan selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat (yakni untuk membuat bata) kemudian bangunkan untukku bangunan yang tinggi agar aku bisa melihat sesembahan Musa dan sungguh aku yakin bahwa Musa adalah seorang pendusta.’” (Qs. Al-Qashash: 38)

Rabu, 25 November 2015

Jarak Antar Langit, dan Jarak 'Arsy Allah

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
✅💎 MUTIARA ATSAR
=====================
🔖 Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu 'anhu menyatakan:
ما بين السماء الدنيا والتي تليها مسيرة خمسمائة عام ، وبين كل سماءين مسيرة خمسمائة عام ، وبين السماء السابعة وبين الكرسي خمسمائة عام ، وبين الكرسي إلى الماء خمسمائة عام ، والعرش على الماء ، والله تعالى فوق العرش ، وهو يعلم ما أنتم عليه
⏩ Antara langit dunia dengan (langit) berikutnya sejauh perjalanan 500 tahun
🔶 Antara 2 langit sejauh perjalanan 500 tahun
🌾 Antara langit ke-7 dengan al-Kursiy 500 tahun
🍁 Antara al-Kursiy dengan air 500 tahun
🍃 dan ‘Arsy di atas air
🌷 dan Allah Ta’ala di atas ‘Arsy dalam keadaan Dia Maha Mengetahui apa yang terjadi pada kalian
🎋 (diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dalam kitab ArRaddu ‘alal Jahmiyyah bab Maa Bainas Samaa-id Dunya wallatii taliiha juz 1 halaman 38 riwayat nomor 34).
🔺 Riwayat ini shahih, semua perawinya adalah rijaal dalam Shahih al-Bukhari.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📒 Dikutip dari Buku "Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)"
▶ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
✍ http://telegram.me/alistiqomah

Dengan perubahan dari kami:
Radhyiallaahu anhu => Radhiyallaahu 'anhu

Senin, 23 November 2015

Makna "ASH-SHIRATH AL-MUSTAQIM"

بِسْمِ اللهِ الرَحْمٰنِ الرَحِيْمِ
Makna "ASH-SHIRATH AL-MUSTAQIM"

🌻 al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, 

"ash-Shirath al-Mustaqim kami akan sebutkan pernyataan ringkas tentang maknanya. Karena ungkapan manusia tentang maknanya bermacam-macam, dan mereka menerjemahkan tentangnya sesuai dengan sifat-sifat dan keterkaitan-keterkaitannya. Padahal hakekatnya satu. 

🔘 Ash-Shirath al-Mustaqim adalah :
Jalan Allah yang Dia tetapkan untuk hamba-hamba-Nya melalui lisan para rasul-Nya. 
Allah jadikan jalan itu menghubungkan hamba-hamba-Nya kepada-Nya. Bagi mereka tidak ada jalan kepada-Nya selain jalan tersebut. Bahkan semua jalan tertutup kecuali jalan itu. 
🔏 Yaitu : Mengesakan Allah dalam ubudiyyah (peribadatan) dan menjadikan Rasul-Nya saja yang ditaati. Maka tidak menyekutukan Allah dengan siapapun dalam peribadatan,  dan tidak menyekutukan Rasul-Nya dengan siapapun dalam ketaatan. 
👉🏻 Jadi,  memurnikan TAUHID dan memurnikan MUTABA'AH terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."

📖 Bada'i' al-Fawaid 2/452

••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya 
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~

Minggu, 25 Oktober 2015

[Audio] Kajian Rutin 'Aqidah Salaf wa Ashhabil Hadits - al-Ustadz Muhammad 'Umar as-Sewed

Berikut link unduh audio kajian rutin tematik pembahasan kitab 'Aqidatus Salaf wa Ashhabil Hadits
karya Syaikhul Islam Abu 'Utsman Isma'il bin 'Abdirrahman Ash-Shabuuniy -rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed dalam bahasa Indonesia

Unduh pada link di bawah ini:
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 1 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 2 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 3 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 4 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 5 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 6 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 7 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 8 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 9 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 10 klik di sini