Kamis, 29 Oktober 2015

MANUSIA PALING CELAKA ADALAH PEMBUNUHMU, WAHAI ALI

MANUSIA PALING CELAKA ADALAH PEMBUNUHMU, WAHAI ALI

Manusia Paling Celaka adalah Pembunuhmu, Wahai 'Ali - Copyright by tukpencarialhaq.com

Wafatnya khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu bukan akhir dari musibah yang menimpa umat. Rantai fitnah terus bersambung menimpa umat sebagai ujian dari Allah Azza wa Jalla, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kabarkan dalam sabdanya:

وَإِذَا وَقَعَ عَلَيْهِمُ السَّيْفُ لَمْ يُرْفَعْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Jika pedang telah dijatuhkan atas muslimin, pedang itu tidak akan diangkat hingga hari kiamat.”[1]

Berita ini terjadi seperti apa yang Rasul kabarkan. Ketika khalifah Ar-Rasyid, Amirul Mukminin ‘Utsman radhiallahu ‘anhu terbunuh, sejak saat itulah peperangan terus berlangsung di tengah kaum muslimin, dan akan berlanjut hingga hari kiamat. La haula wala quwwata illa billah…[2]

Setelah wafatnya ‘Ustman radhiallahu ‘anhu, menjadi besarlah dua firqah sesat yang saling bertolak belakang, Khawarij dan Rafidhah. Rafidhah melampaui batas dalam mengagungkan Ali radhiallahu ‘anhu dan ahlul bait hingga mengatakan bahwa Ali adalah pencipta dan sesembahan. Sementara Khawarij, mereka mengkafirkan sang khalifah, hingga darah beliau pun mereka halalkan.

Khawarij yang dulunya bermula dari pemikiran sebagaimana tampak dalam kisah Dzul Khuwaishirah[3], kini muncul sebagai sebuah firqah sesat yang memiliki akar dan kekuatan.

Rabu, 28 Oktober 2015

Akhirnya Aku Pun Bahagia Bersamanya

Taat beragama adalah pangkal bahagia !
Sikap patuh dan taat yang sempurna di hadapan firman Allah dan sabda Rasulullah merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar. Walau seringnya manusia mula-mula meragukan, namun keraguan itu selekasnya mesti dibuang jauh-jauh. Jika Allah dan rasul Nya telah menjatuhkan perintah, apakah masih ada keraguan yang tersisa?

Kisah mengharukan dan penuh berkesan ini tentang seorang wanita mulia di masa kenabian. Wanita shalihah itu bernama Fathimah bintu Qais Al Qurasyiyah Al Fihriyyah. Beliau berasal dari nasab dan garis keturunan yang mulia, suku Quraisy. Dikenal memiliki kecantikan dan kecerdasan. Nama Fathimah bintu Qais pun termasuk dalam deretan kaum Muhajirin pertama yang meninggalkan Mekkah demi agama.

Kehidupan di kota Madinah telah berubah cepat dengan kedatangan kaum Muhajirin. Mereka disambut dan diterima dengan penuh gembira dan ceria oleh kaum Anshar. Tidak ada kebencian, tidak ada keterpaksaan. Persaudaran yang tulus di atas pondasi keimanan dan ukhuwwah.

Di sebuah kesempatan, Fathimah bintu Qais ditalak oleh sang suami, Abu Bakar bin Hafsh Al Makhzumi. Talak yang ketiga. Setelah bertanya kepada Rasulullah, Fathimah pun menjalani masa-masa iddah di rumah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta dan terhitung kerabat Fathimah.

Waktu pun terus berjalan.
Selesai sudah masa iddah yang mesti dilalui oleh Fathimah bintu Qais. Lalu datanglah dua pinangan sekaligus dari dua sahabat mulia, Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm. Kedua pinangan tersebut disampaikan Fathimah kepada Rasulullah. Akan tetapi Rasulullah menyarankan untuk menolak kedua pinangan tersebut.

Senin, 26 Oktober 2015

[Audio] al-Ustadz Muhammad 'Afifuddin - Menyoroti Fenomena Fanatisme

Tema kajian : "MENYOROTI FENOMENA FANATISME"
Pemateri: Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy hafizhahullah
Ahad, 05 Muharrom 1437H - 18/10/2015 M. 
di Rumah Ta'lim Riyadhus Sholihin, Jln. Mastrip no.9 -Karang Indah- Tuban - Jawa Timur
 Sesi 1, Jam 16.00 - Menjelang Maghrib Durasi 01:21:46 [16 kbps] = 9.36 MB

unduh  audionya di sini

Minggu, 25 Oktober 2015

[Audio] Kajian Rutin 'Aqidah Salaf wa Ashhabil Hadits - al-Ustadz Muhammad 'Umar as-Sewed

Berikut link unduh audio kajian rutin tematik pembahasan kitab 'Aqidatus Salaf wa Ashhabil Hadits
karya Syaikhul Islam Abu 'Utsman Isma'il bin 'Abdirrahman Ash-Shabuuniy -rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed dalam bahasa Indonesia

Unduh pada link di bawah ini:
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 1 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 2 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 3 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 4 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 5 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 6 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 7 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 8 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 9 klik di sini
Audio 'Aqidah Salaf Wa Ashhabil Hadits 10 klik di sini

Kamis, 22 Oktober 2015

SYAIR YANG MEMBUAT AL-IMAM AHMAD MENANGIS

BAIT-BAIT SYAIR YANG MEMBUAT AL-IMAM AHMAD RAHIMAHULLAH MENANGIS
Dikisahkan, ada seseorang yang mendatangi Al-Imam Ahmad dan bertanya kepada beliau, “Wahai Imam, bagaimana menurut anda mengenai sya’ir ini?“
Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di mana orang tersebut membaca sya’ir berikut:
ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺭﺑﻲ ﺍﻣﺎ ﺍﺳﺘﺤﻴﻴﺖ ﺗﻌﺼﻴﻨﻲ
Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?”
ﻭﺗﺨﻔﻲ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻋﻦ ﺧﻠﻘﻲ ﻭﺑﺎﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺗﺄﺗﻴﻨﻲ
Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku
ﻓﻜﻴﻒ ﺃﺟﻴﺐُ ﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﻭﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻮﻑ ﻳﺤﻤﻴﻨﻲ؟
Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku?
ﺃﺳُﻠﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻵﻣﺎﻝِ ﻣﻦ ﺣﻴﻦٍ ﺍﻟﻰ ﺣﻴﻨﻲ
Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu
ﻭﺃﻧﺴﻰ ﻣﺎ ﻭﺭﺍﺀُ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻣﺎﺫﺍ ﺑﻌﺪ ﺗﻜﻔﻴﻨﻲ
Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani
ﻛﺄﻧﻲ ﻗﺪ ﺿّﻤﻨﺖُ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻴﻨﻲ
Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku