Tampilkan postingan dengan label Artikel WhatsApp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel WhatsApp. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 6)

πŸ“’πŸ”₯πŸ“πŸŒ… MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 6)

✒πŸ“‚ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

⏩ 6. Tentang kecintaan dan kebencian

Kaum Yahudi berlebihan dalam hal mencintai sebagian nabi mereka dan membenci sebagian yang lainnya. Demikian pula sikap mereka terhadap para ulama yang membimbing mereka. Kaum Syiah tak jauh berbeda. Mereka berlebihan mencintai para imam mereka, bahkan memosisikan mereka di atas para malaikat dan para nabi. Di sisi lain, mereka membenci para sahabat , bahkan mengafirkan mereka. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/443—513)

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 5)

πŸ“’πŸ“‚πŸ’₯πŸŒ… MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 5)

✒πŸ“‚ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

⏩ 3. Tentang raj’ah

πŸ”₯ Raj’ah adalah hidup kembali setelah mati sebelum hari kiamat. Dalam agama Yahudi, orang yang sudah mati dapat hidup kembali. Demikian pula menurut agama Syiah. Mereka meyakini bahwa orang-orang yang sudah mati dan tinggi keimanannya akan dihidupkan kembali di masa Imam Mahdi (akhir zaman) untuk dimuliakan. Demikian pula orang-orang yang sudah mati dan tinggi tingkat kejahatannya akan dihidupkan kembali untuk dihinakan. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/275—312)

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 4)

πŸ“’✊🏻πŸ”₯πŸŒ… MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 4)

✒πŸ“‚ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

⏩ 1. Tentang washiy

πŸ’‘ Washiy adalah seseorang yang mendapat wasiat untuk melanjutkan tugas atau misi si pemberi wasiat. Dalam agama Yahudi, adanya washiy adalah satu keharusan. Demikian pula dalam agama Syiah. Kalau washiy dalam agama Yahudi adalah Yusya’ bin Nun yang didaulat sebagai pengganti Nabi Musa ‘Alaihissalam, maka washiy dalam agama Syiah adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhusebagai pengganti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi, dalam prinsip keyakinan (akidah) Syiah, para khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib rahimahullah, yaitu Abu Bakr, Umar, dan Utsman g adalah perampas kekuasaan dan mereka telah kafir. (Untuk lebih rincinya, silakan lihatBadzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/169—197)

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 3)

✊🏻πŸ’₯πŸ”˜πŸŒ… MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 3)

✒πŸ“‚ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

πŸ”₯ KEDEKATAN SYI'AH DAN YAHUDI

πŸ“’ Syiah sangat dekat dengan Yahudi. Kedekatan itu setidaknya dalam dua hal yang sangat prinsip:

⏩ 1. Pendirinya
⏩ 2. Prinsip keyakinannya (akidahnya).

πŸ’‘ Pendiri agama Syiah adalah seorang peranakan Yahudi kota Shan’a, Yaman. Dia bernama Abdullah bin Saba’ al- Yahudi al-Himyari.  Ibunya seorang wanita yang berkulit hitam, sehingga dikenal pula dengan sebutan Ibnu Sauda’ (putra seorang wanita yang berkulit hitam). Layaknya keumuman bangsa Yahudi, Abdullah bin Saba’ berkarakter buruk, licik, dan penuh makar terhadap Islam dan umat Islam. Dia menyusup di tengah-tengah umat Islam untuk merusak tatanan agama dan masyarakat. Awal kemunculannya di akhir masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Dengan kedok keislaman, semangat amar ma’ruf nahi mungkar, dan bertopengkan tanassuk (giat beribadah) dia kemas berbagai misi jahatnya. Tak hanya akidah sesat yang dia tebarkan di tengah umat, gerakan provokasi massa pun dilakukannya untuk menggulingkan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu hingga terbunuhlah beliau.

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta Dan Penyesat Umat- (Bagian 2)

πŸ”₯✊πŸ»πŸ“’πŸ”˜ MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYIAH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 2)

✒πŸ“‚Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc

πŸ“’ Bisa jadi, Anda berkata, “Itu kan versi ulama Sunni! Bagaimanakah keterangan ulama ahlul bait tentang mereka?” Baiklah, kalau begitu simaklah keterangan berikut ini.

⏩ 1. Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, aku telah bosan dengan mereka (Syiah) dan mereka pun telah bosan denganku. Maka dari itu, gantikanlah untukku orang-orang yang lebih baik dari mereka, dan gantikan untuk mereka seorang yang lebih jelek dariku…” (Nahjul Balaghah, hlm. 66—67, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)

⏩ 2. Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah! Menurutku, Mu’awiyah lebih baik daripada orang-orang yang mengaku sebagai Syiah-ku, mereka berupaya untuk membunuhku dan mengambil hartaku.” (al-Ihtijaj, karya ath-Thabrisi hlm. 148, dinukil dari asy-Syiah Wa Ahlul Baitkarya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)

Mewaspadai Bahaya Gerakan Syi'ah -Kaum Pendusta dan Penyesat Umat- (Bagian 1)

✊🏻πŸ’₯πŸ”°πŸ”Š MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 1)

✒πŸ“‚ Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi

πŸ”₯ Permasalahan Syiah, sungguh tak bisa dipisahkan dari agama. Bahkan, sangat bersentuhan dengan akidah yang merupakan fondasi agama. Maka dari itu, cara menilainya pun harus dengan timbangan agama. Hal-hal lain terkait dengan hukum, keamanan, dan ketertiban masyarakat harus disesuaikan dengannya. Lantas, bagaimanakah penilaian agama tentang Syiah?

πŸ’₯ Penilaian agama tentang Syiah sebenarnya sudah final. Para ulama yang mulia, sejak dahulu sudah melakukan kajian yang panjang dan cermat tentang Syiah. Hasilnya, Syiah adalah kelompok sesat yang telah menyimpang dari kebenaran. Mereka berambisi untuk menghancurkan Islam dengan cara menghujat al-Qur’an, menjatuhkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mengafirkan para sahabat beliau yang mulia. Mereka beragama dengan perkataan dusta dan persaksian palsu (taqiyah). Simaklah keterangan para ulama berikut ini.